Sejarah
Gong SiBolong ini pun tergolong unik, karena juga merupakan sebuah
cerita atau legenda dari masyarakat Depok. Kisah ini di mulai abad ke
16, saat itu Kampung Tanah Baru masih lebih banyak hutan dan rawa,
dimana penduduknya sangat sedikit dan umumnya bertani. Di Kampung Tanah
Baru tersebut kerap kali terdengar bunyi-bunyian suara Gamelan di malam
hari, namun ketika sumber dari suara tersebut dicari tak satu pun orang
yang dapat menemukannya. Di tahun 1648, Seorang warga yang merupakan
alim ulama dari Ciganjur bernama Pak Jimin menemukan sumber bunyi
tersebut, yang ternyata memang seperangkat gamelan. Namun ternyata tidak
ada orang yang memainkannya. Lokasi penemuannya adalah di sekitar Curug
Agung di aliran sungai krukut. Pak jimin pun hanya sanggup membawa
sebuah gong yang bolong di tempat pukulnya, gendang, dan bende. Ketika
Pak Jimin kembali lagi bersama beberapa tetangganya untuk menggambil
sisa perangkat gamelan itu, ternyata perangkat gamelan lainnya sudah
raib. Ketiga alat music tersebut akhirnya diberi nama Si Gledek, karena
bunyinya yang nyaring.
Gong SiBolong, baru dilengkapi sehingga menjadi satu set gamelan yang bisa dimainkan ketika berada di tangan Pak Tua Galung (Pak Jerah). Pak jerah melengkapinya dengan satu set gendang, dua set saron, satu set kromong, satu set kedemung, satu set kenong, terompet, bende serta gong besar. Ini pula yang menandai terbentuknya Kelompok Kesenian Gong SiBolong.
Kelompok Kesenian ini ketika tampil menampilkan serangkaian pertunjukan antara lain ajeng, ngayuban, dan ngbing. Ajeng, adalah permainan gamelan khas Depok, yang dentumannya mirip gamelan Bali. Nayuban, merupakan penampilan tarian Khas asal tanah Baru, yang merupakan cikal bakal tarian doger karawang, dan jaipongan. Gong SiBolong pun sekarang menjadi nama dari kelompok kesenian khas kota Depok. Tak tanggung tanggung kelompok kesenian ini pernah memenangkan juara 1 dalam pagelaran kesenian Jawa Barat Travel Exchange 2008.
Jika
Anda semua penasaran dan ingin melihatnya, Anda dapat melihat
replikanya di sebuah tugu yang berada didaerah Tanah Baru, Depok. Disana
terdapat replika Gong SiBolong diatas tugu tersebut. Sebagian besar
warga Depok pasti mengetahui sebuah tugu tersebut. Tugu itu terletak
pada sebuah persimpangan jalan, sehingga jangan heran ketika tugu
tersebut menjadi sebuah patokan untuk menunjukan wilayah Tanah Baru.
Namun, sedikit orang yang mengetahui apa sebenarnya Tugu tersebut.Namun sayangnya kesenian yang merupakan aset Kota Depok itu kini terancam punah. Sebab menurut generasi penerus ketujuh kesenian Gong SiBolong, saat ini tidak ada generasi muda di Kota Depok yang mau mempelajari kesenian tersebut.
Berikut ini adalah silsilah kesenian Gong si Bolong yang bersumber dari H.Holil (cucu dari H.damong Putra dari Pak Tua Jimin tahun 1913)
1. Pak Tua Jimin (ciganjur)
2. Pak Anim (curug)
3. Pak Tua Galung (tanah baru)
4. Pak Saning (tanah baru)
5. Nyai Asem (tanah baru)
6. Pak Bagol (tanah baru)
7. Pak Buang Jayadi (tanah baru)
8. Pak Kamsa S atmaja (tanah baru)
9. Pak Buang Jayadi (tanah baru)
Kesenian Gong SiBolong, telah menjadi kesenian khas Depok. Terlepas benar atau tidak legenda penemuannya. Kesenian ini Patut lah dilestarikan sebagai salah satu kesenian khas dan budaya Depok.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar